SUGIARTO SANG POLISI
TELADAN - RUMAH ROBOH, NGGAK MAMPU PERBAIKI!
Hanya orang baik yang mati muda, begitulah
salah satu ungkapan yang sering kita denger, yang terkadang kita sangkutpautkan
dengan analogi sebuah pohon dimana yang kayunya baik dan lurus akan ditebang
duluan, entah untuk bangun rumah atau dipakai keperluan lainnya. Saya
sebenarnya hanya ingin membuka saja melalui kalimat diatas, cerita ini bermula
di jam makan siang dengan patner satu kendaraan Dj Eko tadi siang 10 desember
2013. Hari yang cukup panas di Cirebon
berbeda dengan hari-hari biasanya yang didominasi oleh cuaca mendung. Didalam
mobil kami memutuskan makan di warung makan pinggir jalan daerah Perum Cirebon
yang sudah menjadi langganan. Ditemani angkot D5 yang seliweran di jalan sambil
beberapa angkotpun ada yang berhenti entah sekedar beli rokok, nasi bungkus
atau minuman dingin…
Sebelumnya, di dalam mobil..
“Menu hari ini kita
makan oreg Nai,..” kata Dj Eko
Saya biasanya ngikut aja kemana temen saya ngajak makan, saya
hanya membalas dengan candaan,
“ Makanan apa yang
booming di Amerika tapi tidak pernah di makan?...”
Sambil cengengesan saya menjawab pertanyaan saya sendiri,
“ Jawabannya adalah
oreg dalam bahasa inggris sering di sebut Alright (baca : o:reg)”
Selesai makan siang, kami tidak segera beranjak pergi asyik
ngobrol dengan pemilik warung dan satu orang yang tidak begitu saya perhatikan
dari mana orang tersebut datang sebut saja si abang, sepertinya warga sekitar
situ karena terlihat akrab dengan
pemilik warung dengan canda-candanya. Kami ngobrol ngalor ngidul sampai bicara
soal cuaca yang tak menentu yang kemudia nyambung banyolan Dj Eko, yang katanya
pernah ngalamin bawa SPG disebuah event dan malah hujan, rokok hanya laku 34
bungkus, untuk nutupin biaya SPG aja mana cukup dari penjualan rokok. Katanya
lagi, lapor ke bos dalam hal ini adalah TL (Team Leader) malah dibecandain
katanya suruh aja SPG hujan-hujanan sambil jual produk biar laku. Kami kompak
ketawa..
Obrolan terus berlanjut kesana kemari hingga nyampe ke
cerita banyaknya razia,
“Tadi siang, didaerah
asrama haji Jln Cifto mangunkusumo ada razia,”
“Razia nggak kenal
waktu sekarang.” Tambahnya,
“Kadang maghrib, pagi
siang” lanjutnya.
“Anak sekolah di lampu
merah kunci motornya diambilin polisi, otomatis mau nggak mau harus menepi,”
katanya lagi.
“Kemarin sore didaerah
Krucuk” jelas si Abang mempertegas.
Kemudian temen saya Dj Eko menyela,
“Sebenrnya cara Polisi
yang demikian itu salah, ada etikanya dalam memberhentikan kendaraan dalam
rangka razia atau semacamnya, kalo sampe ada kecelakaan yang dicabut kuncinya,
polisi bisa dituntut” Kebetulan adik
ipar Dj Eko seorang Intel.
Si Abang kemudian bercerita melanjutkan, tapi, ketika
dirinya kena tilang di perempatan pos polisi GrageMall Cirebon, ada salah
seorang polisi yang curhat katanya ingin cari kerja diluar selain menjadi
seorang polisi. katanya, konon setiap anggota POLANTAS itu sehari harus stor Rp
50.000 ke atasannya. Nggak tau kebenaran cerita ini , yang jelas, lanjutnya,
Pak Polisi itu ingin berhenti jadi seorang Polisi dan mencari pekerjaan lain.
Obrolan berlanjut kepada seorang Anggota Polisi era 1994 an
bernama Pak Sugiarto, seorang polisi jujur yang tidak sanggup memperbaiki
rumahnya ketika roboh, istrinya marah-marah dan selalu membandingkan dengan
anggota Polisi yang lainnya yang hidupnya mewah. Sang polisi jujur itu malah
nantang istrinya
“Kamu mau saya bangun
rumah pake uang haram?...” katanya.
Kalo ada orang yang kena kasus sang polisi jujur itu nggak pernah mau di
kasih uang, kadang untuk bisa ngasih uang harus ngasih keanaknya. Sayangnya
sang polisi jujur ini sudah tutup usia, begitulah nasib orang baik (Seperti
analogi pohon lurus dan berkayu bagus diatas). Konon semua anaknya kini menjadi
TNI karena dilarang masuk POLRI saat beliau masih hidup.
Tentu sang polisi jujur tidak hanya Hoegeng Imam Santoso,
sang KAPOLRI legendaris yang rela hanya makan dengan garam karena takut dengan
korupsi. Kita juga masih memiliki banyak atau mungkin beberpa Polisi jujur di negara
ini. Maybe yes maybe no xixixix… J
Sayangnya saat saya nulis ini saya lupa alamat sang Polisi
jujur tersebut, di perumahan Taman apa gitu… yang jelas masih di Cirebon. Namun satu yang
pasti kita sama-sama berdoa dan berharap agar ada KAPOLRI dan Polisi-Polisi
hebat yang mau dan berani membabat
institusinya sendiri, disinilah titik awal dimana harus memulai. Sebagaimana
telah dimulai Jokowi-Ahok, mereka mereformasi Instistusinya
Akhirul kalam.. saya sudah nggak nyaman digerumutin nyamuk
gara-gara nulis ini, waktu sudah menunjukan pukul 21.51 WIB pula , so god
night.. see you next time on others story..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar