Google Website Translator Gadget

Rabu, 11 Desember 2013

SUGIARTO SANG POLISI TELADAN - RUMAH ROBOH, NGGAK MAMPU PERBAIKI!



SUGIARTO SANG POLISI TELADAN - RUMAH ROBOH, NGGAK MAMPU PERBAIKI!

            Hanya orang baik yang mati muda, begitulah salah satu ungkapan yang sering kita denger, yang terkadang kita sangkutpautkan dengan analogi sebuah pohon dimana yang kayunya baik dan lurus akan ditebang duluan, entah untuk bangun rumah atau dipakai keperluan lainnya. Saya sebenarnya hanya ingin membuka saja melalui kalimat diatas, cerita ini bermula di jam makan siang dengan patner satu kendaraan Dj Eko tadi siang 10 desember 2013. Hari yang cukup panas di Cirebon berbeda dengan hari-hari biasanya yang didominasi oleh cuaca mendung. Didalam mobil kami memutuskan makan di warung makan pinggir jalan daerah Perum Cirebon yang sudah menjadi langganan. Ditemani angkot D5 yang seliweran di jalan sambil beberapa angkotpun ada yang berhenti entah sekedar beli rokok, nasi bungkus atau minuman dingin…

Sebelumnya, di dalam mobil..
“Menu hari ini kita makan oreg Nai,..” kata Dj Eko

Saya biasanya ngikut aja kemana temen saya ngajak makan, saya hanya membalas dengan candaan,
“ Makanan apa yang booming di Amerika tapi tidak pernah di makan?...”
Sambil cengengesan saya menjawab pertanyaan saya sendiri,
“ Jawabannya adalah oreg dalam bahasa inggris  sering di sebut Alright (baca : o:reg)”

Selesai makan siang, kami tidak segera beranjak pergi asyik ngobrol dengan pemilik warung dan satu orang yang tidak begitu saya perhatikan dari mana orang tersebut datang sebut saja si abang, sepertinya warga sekitar situ karena terlihat  akrab dengan pemilik warung dengan canda-candanya. Kami ngobrol ngalor ngidul sampai bicara soal cuaca yang tak menentu yang kemudia nyambung banyolan Dj Eko, yang katanya pernah ngalamin bawa SPG disebuah event dan malah hujan, rokok hanya laku 34 bungkus, untuk nutupin biaya SPG aja mana cukup dari penjualan rokok. Katanya lagi, lapor ke bos dalam hal ini adalah TL (Team Leader) malah dibecandain katanya suruh aja SPG hujan-hujanan sambil jual produk biar laku. Kami kompak ketawa..

Obrolan terus berlanjut kesana kemari hingga nyampe ke cerita banyaknya razia,

“Tadi siang, didaerah asrama haji Jln Cifto mangunkusumo ada razia,”
“Razia nggak kenal waktu sekarang.” Tambahnya,
“Kadang maghrib, pagi siang” lanjutnya.
“Anak sekolah di lampu merah kunci motornya diambilin polisi, otomatis mau nggak mau harus menepi,” katanya lagi.
“Kemarin sore didaerah Krucuk”  jelas si Abang mempertegas.

Kemudian temen saya Dj Eko menyela, 
“Sebenrnya cara Polisi yang demikian itu salah, ada etikanya dalam memberhentikan kendaraan dalam rangka razia atau semacamnya, kalo sampe ada kecelakaan yang dicabut kuncinya, polisi bisa dituntut”  Kebetulan adik ipar Dj Eko seorang Intel.

Si Abang kemudian bercerita melanjutkan, tapi, ketika dirinya kena tilang di perempatan pos polisi GrageMall Cirebon, ada salah seorang polisi yang curhat katanya ingin cari kerja diluar selain menjadi seorang polisi. katanya, konon setiap anggota POLANTAS itu sehari harus stor Rp 50.000 ke atasannya. Nggak tau kebenaran cerita ini , yang jelas, lanjutnya, Pak Polisi itu ingin berhenti jadi seorang Polisi dan mencari pekerjaan lain.

Obrolan berlanjut kepada seorang Anggota Polisi era 1994 an bernama Pak Sugiarto, seorang polisi jujur yang tidak sanggup memperbaiki rumahnya ketika roboh, istrinya marah-marah dan selalu membandingkan dengan anggota Polisi yang lainnya yang hidupnya mewah. Sang polisi jujur itu malah nantang istrinya
“Kamu mau saya bangun rumah pake uang haram?...” katanya.
Kalo ada orang yang kena kasus  sang polisi jujur itu nggak pernah mau di kasih uang, kadang untuk bisa ngasih uang harus ngasih keanaknya. Sayangnya sang polisi jujur ini sudah tutup usia, begitulah nasib orang baik (Seperti analogi pohon lurus dan berkayu bagus diatas). Konon semua anaknya kini menjadi TNI karena dilarang masuk POLRI saat beliau masih hidup.

Tentu sang polisi jujur tidak hanya Hoegeng Imam Santoso, sang KAPOLRI legendaris yang rela hanya makan dengan garam karena takut dengan korupsi. Kita juga masih memiliki banyak atau mungkin beberpa Polisi jujur di negara ini. Maybe yes maybe no xixixix… J

Sayangnya saat saya nulis ini saya lupa alamat sang Polisi jujur tersebut, di perumahan Taman apa gitu… yang jelas masih di Cirebon. Namun satu yang pasti kita sama-sama berdoa dan berharap agar ada KAPOLRI dan Polisi-Polisi hebat yang mau  dan berani membabat institusinya sendiri, disinilah titik awal dimana harus memulai. Sebagaimana telah dimulai Jokowi-Ahok, mereka mereformasi Instistusinya

Akhirul kalam.. saya sudah nggak nyaman digerumutin nyamuk gara-gara nulis ini, waktu sudah menunjukan pukul 21.51 WIB pula , so god night.. see you next time on others story..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar