Google Website Translator Gadget

Minggu, 06 Desember 2015

KLARIFIKASI UNTUK PLN DIS. JABAR BANTEN





Tulisan ini saya buat sebagai rasa terima kasih saya kepada PLN, sekaligus ke tadzhim-an saya kepada PLN khususnya Distrik PLN Jawa Barat dan  Banten.  Selain itu tulisan ini kemudian menjadi penting ketika sebagai masukan yang baik demi #REVOLUSIMENTAL yang tengah digalakkan oleh pemerintah kita.


Pagi tadi sekita pukul 10.00 WIB ada TIM PLN  3 orang (Tim Outsourcing P2TL) yang datang ke rumah, padahal ini adalah hari sabtu (biasanya bukan jam kerja), entah karena saking menghargai atau alasan lainnnya yang jelas saya cukup respect kedatangannya.

Agar pembaca faham, saya ajak flashback dulu kronologi kejadiannya seperti apa :

Kembali ke beberapa hari kebelakang tepatnya 26 November 2015, ada yang datang dari tim P2TL (Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik) ruahah saya dianggap pemakaian listriknya tidak wajar, karena saya pelanggan PLN tipe R1 450 VA namun setelah dicek sampe kapasitas 900 VA tapi APP (Alat Pembatas dan Pengukur ) tidak memutus otomatis MCB. 


Saya termasuk pelanggar golongan 1 (menurut yang saja baca dari Internet pelanggaran ada 4 macam. Silahkan browsing bagi yang belum tahu), dan sayapun menandatangani draft berita acaranya. Pada saat itu Pihak P2TL sendiri bilang ke saya untuk membayar TAGSUS (tagihal susulan) via PPOB/Bank dengan ketentuan saya terlebih dahulu harus meminta nomor regist ke PLN (Distrik Cilimus, Kuningan Jawa Barat) dalam hal ini. Dalam draftany sayapun dianjurkan (hanya dianjurkan ya, tidak ada paksaaan) untuk tambah daya ke 900VA atau 1300VA. Yang mesti dilakukan adalah penormalan ke 450 A.


Saya tidak segera menyelesaikan TAGSUS (tagihan susulan) sampe senin 1 Desember 2015 kurang lebih 4 harian. Karena saya pikir nanti saja sekalian dengan tambah daya (sayapun segala sesuatunya dengan bertanya ke Customer Service PLN 123 –karena saya tlp dari Hp maka harus ditambah kode area wilayah yakni (0232) baru 123 –Sebagai info aja.

Hari senin 1 Desember 2015, saya kedatangan seorang petugas PLN yang berinisial (M) saya tahu namanya (dengan menerjunkan Intelijen saudara saya dari Tim khusu Power Ranger, tahu kan yang ada TV, pembasmi monster itu?...wkwkwkw ). Namun yang menjadi permasalahan adalah ketika oknum (M) ini menagih sebagai berikut :


1.       Dikatakan pembayarannya harus hari itu,diselesaikan (lho setahu saya dan seperti yang dikatakan petugas P2TL pembayaran via PPOB), kenapa oknum M ini minta dibayar hari itu. Harus dilunasi sekarang juga katanya.

2.       Karena dia ngotot dan sayapun ngotot untuk bayar di kantor PLN, akhirnya saya merekam sebagai pembicaraan dan memvideo kan oknum tersebut.

3.       Oknum M ini setelah tahu direkam gaya bahasany jadi beda (melunak), seolah tugasnya hanya pemberitahuan dari kantor, namun saya tanyakan surat tugasny tidak ada (lho koq gitu) katanya kalo pemberitahuan tidak perlu surat tugas kecuali tim lapangan P2TL. Ini menjadi penting sebab, berita yang nyampe kepusat mungkin salah input atau bagaimana, yang jelas tim P2TL yang malah dianggap tidak ada surat tugasnya (padahal maksud sayayang tidak ada surat tugasnya adalah oknum M ini.



Dari peristiwa itu saya terus menggali info dari 123 dan internet (banyak sekali kasus –kasus P2TL yang menjebak korbannya-silahkan baca di situs kaskus salah satunya), akhirnya saya makin penasaran menggali info dan meneliti lebih jauh, jiwa jurnalistik sayapun bangkit.



Strategi saya, kalo saya benar dizholimi akan saya angkat ke media, radio, TV, cetak (temen2 saya banyak di media cetak maupun elektronik, hayoh mau apa luh wkwkwkwk.. ) Curang yah aku ?.. kalo mau lawyer (aku ada temen lawyer).. meskipun kayanya bakal minta fee deh wkwkwkwkw.. mikir2 deh aku. Hihi..



 Tapi kalo saya kalah, (saya akan bawa perkara ini sampe akherat) jadi bagaimanapun saya akan menang itu startegiku. Nggak apa2 kalah di dunia tapi menang dikherat. Hahahaa…  I am win pokoknyamah wkwkwkwkw



Pada tanggal 02 Desember saya datang ke kantor PLN yang dimaksud, sayapun meminta kejelasan segala sesuatunya yang telah terjadi, tehnik pembayaran yang benar dll. Teller disanapun menjelaskan sesuai dengan yang disampaikan tim lapangan P2TL, misalnya pembayaran hanya lewat PPOB, PLN setempat tidak menerima pembayaran. Dan menyampaikan point penting yang belum saya tahu yakni jika upgrade ke 900VA harus ada membawa salah satu jenis kartu dari jenis SKTM (Kartu Keluarga Sejahtera, KIP dll) ada 5 jenis kalo tidak salah ingat.



Strategi saya selanjutnya, adalah melaporkan oknum ini lewat situs Lapor.go.id  sebuah situs Unit kerja yang dibawah Presiden langsung (dibuat saat masa jabatan Presiden SBY) dan masih ada hingga era Jokowi sekarang. Info penting kita bisa melaporkan hal yang bersifat pungutan liar atau semacamnya disitus ini atau via SMS 1708 (silahkan caranya lihat di internet aja). Sayapun melaporkan oknum M ini, via SMS 1708 dan langsung ada balasan bahwa SMS saya telah di forward ke BUMN terkait (wuuiiih cepet banget responnya, harus dipertahannkan situs ini demi #revolusimental) Kesalutan alias ketadzhiman saya muncul disini .



Karena belum puas, saya twitter dan men-tag twiiternya @Lapor1708 yang saya sertakan tag juga kepada @InfoPLN Jawa Barat dan Banten.



Disini saya bedecak kagum lagi (gooooolll kalo nonton bola tentunya, tapi sayangnya bukan)… twiit saya langsung dibalas, ditanya nama oknum, jabatannnya, bahkan no hp oknum diminta. Saya hanya memiliki data nama dan lokasi tinggal saja, karena oknum itu baru pertama kali kerumah saya, mana ku tahu tho.. (meskipun kalo saya niat bisa saya lacak sampe punya istri berapa anak beraps dimana tinggalnya ) wkwkwkw tapi toh bukan urusan ku juga tho…  pake tho- tho terus ya ?....) wkwkwkw



Belum berhenti sampe disitu, siangnya ada Ibu PLN dari pusat sepertinya (entah siapa namanya) mungkin itu Megaloman PLN (no nya 081122xxxx masih saya simpan, kali aja emang itu temennya Batman Super Hero gitu..) menanyakan kronogi kejadiannya seperti apa, oknum siapa namanya dll… Waaaaaaaaaa …… Ini membuat saya berfikir bagaimana kalo semua lembaga secepat ini pelayannnnnya?..   Tim buru sergap POLRI aja nggak tahu bisa secepat ini nggak, orang pencurian di daerah Cipeujeuh Cirebon saja yang bulan kemarin itu belum ketangkap orangnya, ada rekaman videonya, yang di curi rokok  semua, mobilnya jenis apa ad di CCTV, nggak beres sampe 2 mingguan saat saya kesana, sampe sekarang nggak tahu gimana (bahkan saat itu saya sampe menawarkan diri kepada anak korban –temen dari temennnya teme saya-, sepertinya saya bisa melacak tanpa bantuan POLISI, dan saya menawarkan bantuan secara free alias gratis, tapi entah karena alasan apa sampe sekarang tidak ada kabar, mungkin dikiranya saya mafia atau whatever-lah)  ya sudahlah kufikir, nggak mau maksa, toh tugasku hanya amar ma’ruf nahi munkar..



back to the my  story..



Besoknya kedatangannlah saya sama 3 orang yang saya sebutkan diatas itu, yang seingat saya itu Tim P2TL yang kerumah tempo hari, pertama adalah untuk menormalkan listrik dirumah saya menjadi 450VA, setelah itu petugasnya bilang mau ngobrol sekalian, sayapun sudah nebak pasti soal pelaporan itu. Yang intinya adalah mau klarifikasi agar tidak sepihak, tim P2TL ini karena ternyata ikut disalahkan karena mungkin kesalah input data yang lewat twitter dan telfon itu.



Saya tidak ingat persis detil pointnya, kurang lebih 6-7 point (yang saya lihat nama pengirimnya IR** HUMAS PLN DISJABAR no hp 08129xxxxx) , namun ada beberapa point kalo nggak salah yang saya klarifikasi dalam hal ini juga klarifikasi untuk PLN Dis. Jabar dan Banten.



Berikut petikannya (yang saya salin dari data intelijen rumah wwkwkwkw) :



1.       Pada hari kamis pelanggan kedatangan tim P2TL setelah itu diperiksa rumah dinyatakan melakukan pelanggaran P1.

Dalam data regist setelah bayar PPOB sich saya jadi kena K2, maaf saya nggak ngerti K2 apapaan ya?.. Ini bukti registnya. Kata (tim P2TL) yang datang melakukan konfirmasi terhadap laporan saya K2 adalah konversi P1. Okelah its okay toh Cuma Rp125ribu J Tapi kalo maksudnya K2 adalah P2 (PELANGGARAN 2) ya sepertinya ini menjadi masukan buat PLN.



Note : Bagi masyarakat yang belum tahu Jenis pelanggaran P2TL lihat dibawah ini

Pengenaan denda kepada konsumen oleh PLN diatur dalam Keputusan Direksi PT PLN (Persero) Nomor 1486.K/DIR/2011 tentang Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) Lihat detilnya disini : Check this Out

 JENIS PELANGGARAN DALAM P2TL







KLARIFIKASI : Clear nggak ada masalah



2.       Pelanggan menandatangani berita acara dan diminta melakukan pembayaran dirumah pelanggan dan memberikannya melalui petugas P2TL .



KLARIFIKASI :



Ini salah booossss …. misinfo nich…… saya nggak pernah ngomong gitu, mana buktinyaaaa.. di twitter, ini bukti2 saya di twitter :



 






































  









atau dalam percakapan telpon? (saya ada bukti  rekamannya malah dengan bu PLN yang telfon saya- yang saya sebut diatas IBU MEGALOMAN SUPER HERO PLN itu wkwkwkwk maaf ni Bu ya.. )



Tapi sudah saya clear khan koq. Via Petugas P2TL melalui videonya (camera pocket yang dibawa tim P2TL) tapi so far its okay, saya kira ini hanya kesalahan teknis miscommunication aja.. Apa perlu rekaman dengan Bu Megaloman PLN saya upload? Wkwkwkwk nggah usah ya..



3.    Pelanggan pernah membaca di media sosial bahwa tidak ada transaksi di lapangan dan setiap transaksi dilakukan di PPOB sehingga pelanggan menolak melakukan pembayaran selain itu petugas juga tidak mau menunjukkan surat tugasnya.


Klarifikasi :

Oke ini klaim saya, tidak ada masalah di point 3.


4.   Menurut pengakuan pelanggan petugas P2TL memaksa pelanggan untuk membayar dilokasi, pelanggan merasa terganggu kemudian memvideokan kejadian tersebut.



Klarifikasi :
Salaaahhh..... tidak pernah ada petugas P2TL melakukan itu (ini gimana sich ya laporannnya kow jadi beda?...)



5. Kemudian Menurut pelanggan setelah mengetahui dirinya (petugas) direkam, petugas melunak dan menyatakan bahwa tugasnya hanya pemberitahuan dan pelunasa tagihan susuan di PLN Cilimus.





Klarifikasi :

Okew sesuai fakta ..ada dalam video.



6. Pelanggan tetap tidak melakukan pembayaran dilokasi dan memang seperti itu seharusnya.



Klarifikasi :

Okew di copy..



7.       Pada hari selasa tanggal 1 Desember 2015, pelanggan dating ke kantor PLN Cilimus dan menemui petugas pelayanan pelanggan (Petugas PP) dengan menunjukan rekaman video pelanggan dan menanyakan apakah petugas yang ada di video tersebut benar petugas PLN, kemudian petugas PP tersebut benar menyatakan bahwa petugas di video tersebut petugas PLN.



Klarifikasi :

Okew di copy..



8.       Kemudian per 1 Desember pelanggan sudah membayar.



Klarifikasi :

Okew di copy



9.   Kapan palanggan rumahnya dinormalkan kembali menjadi (450VA) karena pelanggan di infokan setelah 2 hari pembayaran tagihah susulan, akan dinormalkan kembali.



Klarifikasi :

Bapak Ibu PLN Dis. Jabar & Banten yang terhormat, baik budi dan tidak sombong, wkwkwkwk amiinn (meskipun becanda aminkan ya yang baca, malaikat mendoakan setiap doamu kepada saudaranya sesuai doamu) yang saya maksud dengan point no 9 diatas itu bukan ucapan petugas P2TL tetapi petugas PPOB yang berada disamping kantor PLN Cilimus. Yang secara tekhnis mungkin tidak bisa dipertanggungjawabkan ucapannya karena petugas  PPOB yang dimaksud tentu belum tentu petugas PLN. Sudah saya clear-kan ke tim yang ke rumah ya..  



                              Kesimpilannya adalah :





1.       Koq yang disalahkan menjadi tim P2TL lapangan ya (kesannya), tapi ya sudahlah jangan diperbesar karena kita terpisah jarak dan waktu antara Cirebon dan PLN Pusat (berap KM?... ogah mikirnya..Matematikaku nilainya merah semua) wkwkwk , yang jelas saya sudah clear kan kepada petuags P2TL lewat video juga (camera pocket) yang dibawa tim yang melakukan klarifikasi. So I am say sorry ya P2TL (jadi kalian yang kebawa-bawa)

2.       Tulisan ini tidak lain dan tidak bukan hanya sebagai sarana klarifikasi dan pembelajaran bagi kita semua, tidak bermaksud menjatuhkan siapapun. Karena saya juga nggak ingin pahala saya kehapus gara2 menjatuhkan orang. Coba deh liat pesan Nabi (SAW) kepada Muadz bin Jabal : …. Jangan kau angkat derajat dirimu dengan menjatuhkan orang lain.

3.       Inisial oknum M, yang saya maksud dari video dan bukti2 lain termasuk obrolan dengan TIM P2TL maksudnya adalah benar, yakni untuk segera memepercepat pembayaran tagsus saja. Hanya saja mungkin cara yang dipakai kurang bijak. Coba kalo begini urutannya : Perkenalkan diri, tunjukan surat tugas, kasih pemberitahuan bahwa tagsus harus segera dibayar secepatnya. Beres tho?.. nggak akan ada konflik?.. saya juga nggak akan ngtwitt ditwiiter, lapor 1708 dll. Kalo takut keluarga saya nggak bayar, liat aja apa ada tunggakan bulanan dikeluarga saya selama ini?..

4.       Sudahlah kita saling memaafkan saja, menjadi pelajaran bagi kita semua, dalam hal ini saya, tim P2TL, PLN Bojong, PLN Pusat termasuk inisial M ini. Bukankah manusia tempat salah dan khilaf?...Selamat hari lebaran minal aidzin wal faidzin mari bersalam-salaman mari bermaaf-maafan (bukan lebaran ya?..)

5.       Mari lihat sisi positifnya, saya memang tidak melakukan survey, tapi saya berani menyatakan PLN adalah BUMN yang masuk jajaran terhebat di Negeri ini. Bayangin, saya Cuma ngtwitt, responnya kaya memerangi kasus Edi Tansil (udah basi ya kasusnya?..) kalo gitu saya ganti kaya KPK memerangi mafia kakap.

6.       Sudah seharusnya lembaga, BUMN lain,  Birokrasi, Instansi, dari Eksekutif, Legislative dan Yudikatif responnya seperti ini (PLN). Saya membayangkan kalo POLRI punya layanan 24 jam seperti milik PLN 123 (POLRI punya nggak sich?.. nggak tahu aku deh..) itu dimana ada kejadian langsung meluncur seperti The Flash atau The Mask. Apa nggak akan adem ayem negeri ini?..

7.       Doa saya semoga system di PLN yang seperti ini terus berlanjut sampai akhir zaman (kiamat) wkwkwkw saya nggak becanda meskipun kesannya becanda.

8.       Bravo PLN kalian sudah melakukan #RevolusiMental  yang dahulu juga sempat di gaungkan bapak bangsa kita Ir. Soekarno.

9.       Kayanya udah gitu aja deh, ini tulisan harusnya saya posting semalam Cuma sory menyori nggak sempat. 

#PLNhebat #PLNRevolusiMental #PLNBersih #PLNmasuksyurga ..



Taggar yang terakhir aneh ya?.. J



Senin, 30 November 2015

Sabtu, 19 April 2014

SETELAH PILEG 2014 LALU APA?.. MENDING NYOBLOS CREW TRANS7



Musim PILEG 2014 telah berlalu, dan masih seperti sebelumnya saya berada di golongan putih #GOLPUT. Terkecuali nanti memang saya menemukan sosok yang memang benar-benar seperti “ksatria ireng” (ksatria baja hitam) hihi.. yang mirip-mirip gaya kepemimpinan yang sudah saya buat parodinya di youtube-lah.. ciyeeee..suit suit…baru mungkin saya akan ikut nyoblos. Kenapa koq sepertinya apatis?..

Seperti judulnya, “Setelah Pileg Lalu apa?” … Apa ada gebrakan yang signifikan dari caleg-caleg yang kepilih? (Coba deh lihat beberapa tahun kebelakang dengan sekarang, sama nggak?.. ada perubahan nggak?)..saya sich masih ngeliat nggak ada perubahan berarti, jalan rusak yang tetep rusak, yang miskin ya makin banyak, yang dipersulit masuk rumah sakit ya juga tetep banyak, yang macet-macet kian hari juga makin semrawut, tranparansi dana RUTILAHU juga nggak tahu di grass rootnya sietemnya gimana?... lalu tugas mereka ngapain aja?...Cuma ngurusin proyek yang gede duitnya?..Ah  basi PILEG itu, dari pada memilih caleg saya sich lebih suka milih crew Trans 7 jadi legislator. Kenapa crew trans7, saya pikir intelijen Negara saja kalah ama crew trans7, tuh liat redaksi kontroversi, yang melakukan kecurangan-kecurangan di pasar-pasar atau tempat-tempat lainnya, kebongkar semua itu. Masa legislator nggak mikir kesana untuk perbaikan negeri?.. berarti IQ nya kalah dong sama crew trans7, atau mereka kurang creative nggak mikir kesana?.. saya sih ngebayinnya gini, mereka (para legislator) datang ngantor, rapat-rapat NATO (no action talk only) meskipun sampe ada action tapi nggak maxi..  gitu doang kerjaan mereka, coba turun ke jalan, bikin team khusus kaya trans 7, yang nyelidikin ini itu, insyaAllah bakal dahsyat effectnya buat negeri ini..

Kita ini dalam PILEG selama ini tidak menakar SDM, kalopun ditakar ya tentu belum optimal penakarannya, yang mau maju monggo dipersilahkan, yang ditakar di rekomend sama orang yang mungkin saja ada kepentingan, entah saudaranya, entah apanya, entah yang banyak duitnya. Mereka-mereka yang justru punya mental ksatria nggak ke expose. Tuh liat kaya kuwu di desa Pajajar Majalengka 90% masyarakat memilihnya, karena apa sebab?. Sebelum jadi kuwu, dia udah bangun desa dengan uangnya senidiri betulin ini itu. Orang seperti inilah yang dibutuhkan bangsa dan saya yakin InsyaAllah masih banyak orang seperti ini di negeri ini.

Tentang takar menakar caleg ini, dulu saya pernah nulis di catatan Facebook sebagai berikut, dan teori saya ini mendukung kepada orang-orang yang beramal tanpa pamrih:

….menurut saya nggak ada yang benar-benar seperti ksatria sesungguhnya, koq bisa gitu?.. saya menggunakan metode Qur’ani dalam menentukan seorang pemimpin lho… (hebat khan saya…), qoidohnya sederhana sesuai dengan ayat:

Walaa tamnun tastaktsiru (QS Al Muddatsir 74:6)
( Dan janganlah kamu memberi dengan harapan mendapat imbalan yang lebih besar)

Diluar ayat ini, seorang pemimpin sepertinya nggak lebih dari seorang yang cuma mau duduk di kursi jabatan, muasin keinginan dunianya, nyari proyek gede yang nantinya bisa didapetin kalo duduk di posisi itu, ngelindungi aset perusahaannya yang menggurita atau sekadar numpang keren-kerenan (wakil/pemimpin rakyat gitu loh..). Kenapa ayat itu bisa menjadi qoidoh?.. karena logikanya, pastilah seorang calon pemimpin itu kampanye dulu sebelum hari “h” pemilihan tho?.. pake apa ?.. uang. Nah uangnya ini gede, kenapa mesti repot-repot ngabisin dana kampanye yang milyaran atau triliyunan itu untuk kampanyenya, sedangkan katanya tujuannya mau mensejahterakan rakyat. Yang menarik, the point is:

  1.  Kalomemang mau mensejahterakan rakyat, pake aja tuh dana kampanye untuk mensejaherataakn rakyat ,melalui program efektif, tepat sasaran, tepat guna dan tidak di corrupt, kalo nggak gitu berarti mereka memang berharap ada take and give. Sedangkan…(nyambung point berikutnya)
  2. Pemimpin sejati nggak akan mikirin take and give bro, rakyat sejahtera misi selesai. Nah kenyataannya?..mereka ingin menang dan duduk dikursi jabatan tho?..
  3. Kenapa janji-janji programnya cuma jelang hari pencoblosan saja, diluar itu nggak (janggal khan’ untuk ukuran orang/parpol yang punya misi mensejahterakan rakyat?..)
  4. Kenapa dana yang jumlahnya sebrek itu tidak dibuatkan saja program yang pro-rakyat, tanpa umbul2 tanpa baligho, tanpa harus peduli menjadi atau tidak menjadi wakil rakyat dulu (lho katanya mau mensejahterakan rakyat?..piye tho..-balasan pemimpin bukannya ada di akhirat?)

Kesimpulannya, hampir semua pemimpin ingin balasan yang lebih besar untuk dirinya maupun parpolnya = tidak sesuai dalil/qoidoh/ayat penakar calon pemimpin = ngak ada Ksatria Baja Hitam, nggak ada Power Ranger, nggak ada Superman, nggak ada Robin Hood maupun Batman.. ( mereka suka niru gaya super hero di TV soalnya )..


Dalih-dalih Mereka
“Khan buat bisa dapetin APBD atau APBN yang jumlahnya lebih gede untuk kesejahteraan yang lebih merata…jadi so what gitu loh..”

Mengejar APBN atau APBD itu juga ada bentuk minta balasan yang lebih gede dong...
AlQuran itu kalammnya Illahi, nggak mungkin keliru, nggak mungkin salah. Kalo memang di firmankan demikian berarti memang ada kebenaran mutlaq yang terkandung didalamnya. Dan terbukti khan.. orang yang minta balasan lebih besar itu  bobrok mental spiritualnya, sudah bisa dipastikan dia tidak akan berfikir untuk lilmaslahatilummat  atau lilmaslahatil-rakyat (untuk kebaikan rakyat) lebih tepatnya.

“Khan itu qoidoh secara islam, sedangkan tidak semua partai atau calon pemimpin itu beragama islam..”

Yaa bukan urusan mas bro… mau pake qoidoh Qurani, mau pake qoidoh syaithoni, atau qoidoh dari luar angkasa sekalipun, ini hak pemilih sebagi individu beragama. Lagi pula Indonesia negara islam terbesar di dunia. Kalo masyarakatnya mau pake qoidoh atau ayat AlQuran atau apapun bebas tho?…


So…sebelum memilih dan mencoblos berfikir jernih dulu, toh dari tahun ke tahun, yang tidur dijalan masih saja ada, yang ngemis di lampu merah juga banyak, angka kejahatan tinggi, dan masih sebarek fenomena lainnya yang tidak berkurang (karena kalo berakhir kayanya nggak mungkin, minimal berkuranglah). Di Musim Kawin Percaturan Politik dan Fake Pahlawan (yang ngaku-ngaku pejuang rakyat, tapi bukan) ini, mari berikir lebih jernih..

And then…
Mohon maaf apabila lidah saya bermasalah, tidak ada maksud menyudutkan pihak manapun. Dan mohon ayatnya di ricek ke mufasir (karena saya bukan mufasir ) hihi..




Minggu, 13 April 2014

PT GLOBAL OPTIMO GLOBAL INTERNASIONAL - KASUS PENIPUAN

LINK SOURCE :

http://www.kaskus.co.id/thread/512629115b2acfa72e000001/penipuan-pt-optimo-global-internasional



Disini ane informasikan sebelumnya kalau posisi ane di Palembang dan Ortu ane di Jambi Gan... Makanya mohon maaf kalau kaga ada pict Gan dan ane jamin berita ini bukan HOAX... 

Sore habis jenguk temen ane di rumah sakit, ane ditelpon Ibu ane Gan dari nadanya penting banget. Ane jawab aja ane baru di jalan dan 5 menit lagi nyampe rumah karena emang jarak rumah ane sama rumah sakit ga jauh Gan.... 

Nah sesampainya dirumah Ibu ane nelpon dan cerita kaau beliau ditawari produk kesehatan dari PT Optimo Global Internasional. Produk yang ditawari ini sifatnya bonus karena keluarga ane sudah pakai produk dari PT Cap L*ang yang asli (Tau dari mana yak?). Di sini ane udah ngendus kayanya ada yang kaga beres... Sesudah itu telp dioper dari ibu ane ke si penipu... Begini kira-kira isi percakapan antara ane sama penipu lewat telepon... 

A: Ane
B: Terduga Penipu Satu
C: Terduga Penipu Dua

A : "Halo,.."
B: "Halo, maaf dengan mas atau mbak saya bicara?"

A: "Dengan 'mas'..." (Maksudnya dengan cowo)

B: "Oh, begini mas, kami adalah karyawan magang dari PT Optimo yang bergerak dibidang kesehatan ingin memberikan bonus kepada pelenggan karena telah menggunakan produk asli. Produk ini berupa alat kesehatan (ane lupa namanya apa) yang belum dijual bebas di pasaran, baru beberapa rumah sakit yang memakainya salah satunya rumah sakit (Nyebut nama rumah sakit di Jambi Gan), Di sini Mbaknya (maksudnya ibu ane) berhak atas bonus ini karena menggunakan produk asli dari sponsor kami dan mbaknya (ibu ane) tidak dikenakan biaya apapun hanya penggantian PPN saja sebesar 260 ribu rupiah."

A: (Di sini ane ga mau tahu tentang maksud si PT Gan... Yang ane mau tahu PT ini PT apaan sebenarnya... Ane buru-buru menuju si Sevy (Laptop) ane dan ane buru-buru googling... Untuk mengulur waktu ane ngasih beberapa pertanyaan dulu Gan) "Ini dari PT apa tadi?"

B: "Dengan PT Optimo Global tepatnya PT Optimo Global Internasional. Kami bergerak dibidang kesehatan dan kami ingin memberikan bonus blablabla (Mengulang dialog diatas)"

Di sini ane udah mulai nyari info dari Mbah Google dengan keyword 'PT Optimo Global Internasional' dan hasilnya cuma info tentang lowongan kerja aja di PT tersebut. Ane coba search lagi dengan keyword 'Penipuan PT Optimo Global Internasional' dan ane nggak dapet info valid tentang kasus penipuan PT Tersebut... Tapi ane tertarik dengan salah satu informasi dari lowker yang menyebutkan kalau PT ini bergerak dibindang ADVERTISING, FLYER dan MANAGEMEN PERKANTORAN... WTF!!!! kata dia tadi ini PT bergerak di bidang kesehatan... Ane udah mulai panas di sini Gan... Ya udah ane kaga pake basa-basi lagi... (ane paling ga bisa buat basa basi Gan)

A: "Maaf saya mau tahu alamat kantor pusat PT ini di mana ya?"
B: "di Jl. MH. Thamrin Wisma Kosgoro Jakarta". 

Jawabannya sesuai Gan dari info yang ane dapat dari Internet. Ane coba ngetes pake pertanyaan yang lain.

A: "Maaf saya mau tahu PT Optimo Internasional, bisa saya buka di mana ya alamat websitenya?"

B: "Silakan dibuka di PT Optimo Global Internasional."

A: "Mmm... kalau alamat websitenya gimana? Yang kita tulis di address bar mozilla."

B: "Oh, coba Bapak cari di Google aja."

A: (WTF... Perusahaan kok alamat websitenya suruh nyari di google) "Kalau yang diketik di address bar ada ga? yang dot com apa dot org..."

B: "Coba ketik Optimoglobalinternasional.com"

A: (Ane ketik Gan, dan ga muncul) "Ga ada tu..."

B: "Kalau yang dari google tadi ada ngga?"

A: "Ada tapi bentuknya blog bukan official websitenya..."

Waktu ini telpon tiba-tiba putus sinyal providernya ilang.. Ane tambah emosi nih Gan... ane coba hubungi lagi ibu ane dan memang agak susah, akhirnya bisa... Ibu Ane yang jawab...

A: Ane
I : Ibu Ane

A: "Ma, PT ini sebenarnya gimana sih?"

I : "Tadi katanya mama menang hadiah karena pake minyak kayu putih cap lang yang asli. Dapet alat kesehatan. Mama ga mau tapi tetep dipaksa jadi tulah mama minta bantuan..."

A: "Oh, kalau aku nyari ni ya Ma... PT ini ga valid... lowonganya aja ada yang bilang bergerak dibidang advertising saya flyer... Tadi ngakunya dari bidang kesehatan... mending ga usah ditanggapi lah yang beginian..."

I : "Ya itu masalahnya... mama ga bisa ngomong... cobalah kamu yang ngomong."

A: "O ya udah kalau gitu biar aku yang bilang.. ntar kasih aja teleponnya sekalian di loud speaker aja biar denger semua..."

Telpon pun dioper ke Terduga Penipu 1... Ane pun mulai 

A: "Oh ya, PT Optimo ini bergerak di bidang kesehatan ya?"

B: "Iya. Kami bergerak di bidang kesehatan."

A: "Kalau kantor cabang di Jambi di mana ya?" (Di sini ane sedang baca info dari google kalau PT ini ada juga alamatnya di daerah Muaro Bungo.)

B: "Di daerah sini Pak (nyebutin daerah tapi ane lupa dimana) sama di deket simpang kawat Jambi... "

A: "Kalau yang di Muaro Bungo ada ga?"

B: "Ga ada Pak..."

A: "Loh, tapi dari pencarian saya di google kok ada ni di Muaro Bungo" 

B: "Oh itu Posko kami Pak... Kalau kantor cabang ga ada Pak..." (WTF... PT Punya Posko... emang bencana alam apa?)

A: "Oh. ya udah ini kan tadi boleh diambil atau enggak kan bonusnya? Kalau kami ga ambil gimana?"

B: "Bisa saja Pak kalau ga diambil tapi tadi mbaknya (maksudnya ibu ane) udah setuju lo." 

A: "Tapi saya ga setuju..."

B: "Iya, tadi Bapaknya (maksudnya bapak Ane) gak setuju.... cuma mbaknya (ibu ane) udah setuju...."

A: "Iya Bapak saya emang ga setuju dan saya juga ga setuju... Tadi Ibu saya sudah saya bilangin dan dia juga ga setuju." (Sebenarnya dari awal ibu ane ga setuju Gan -Ntar di akhir ane ceritain-). "Saya ragu dengan PT ini... Saya ga menemukan informasi apakah PT ini valid atau enggak. Jadi saya ga mau ambil bonus itu... Lagi pula saya takut ketipu." (Ane blak-blak an aja Gan) 

Tiba-tiba si terduga penipu dua langsung nyamber telpon aja Gan...

C: "Halo Mas, tadi masnya udah buka website kami kan?"

A: "Iya udah, dan saya ga menemukan keterangan valid tentang PT Optimo di sana... lagi pula web yang saya buka itu bentuknya blog dengan posting satu-satunya adalah lowongan kerja di PT Optimo. Lagi pula saya juga ga nemuin keterangan kalau PT Optimo ini bergerak dibidang kesehatan... Justru yang saya temukan adalah PT ini bergerak di bidang Advertising, Flyer dan Managemen perkantoran." 

C: "Oh, Flyer itu salah satu usaha kami juga.." (WTF... Makin sebel ane Gan)

A: "Enggak-enggak sudah, kami ga mau ambil bonusnya. Biarlah kesehatan ga cuma di dapet dari alat itu... Biar Tuhan yang ngatur semua... Saya ga yakin soalnya dengan PT Anda... Jadi sudah saya ga ambil. Dan keluarga saya juga sudah setuju ga bakal ambil tu barang, saya sudah bilang tadi ke ibu saya..." 

C: "Oh kalau begitu ya sudah kalau Bapak tidak mau, disini kami bukan menawarkan tapi mau memberikan hadiah kepada Ibu Anda... Tapi kalau Bapak enggak mau ya sudah..."

Pembicaraan pun berakhir... Dan duo terduga itu pun pergi meninggalkan rumah keluarga Ane Gan... Habis itu ane telpon lagi Orang tua ane dan nanyain... Ternyata kronologi awalnya begini Gan...
Sore itu dua orang tadi dateng nyamperin rumah keluarga Ane dan menyatakan kalau keluarga ane berhak atas hadiah dari PT Optimo karena udah menjadi pelanggan produk cap lang yang asli. Disini mereka ngaku kalau cap lang adalah sponsor utama PT mereka. Awalnya ibu ane nanya apakah dia akan bayar atau enggak. Dijawab oleh mereka ga bayar sama sekali. Trus Ibu ane dimintai data. Selesai begitu baru deh mereka bilang kalau ibu ane cuma perlu ganti PPN sebesar 260 ribu rupiah aja... Ibu ane nolak Gan, karena katanya tadi ga bayar... Tapi orang PT tersebut masih ngotot aja Gan dan ibu ane dipaksa buat bayar. Itulah kenapa Ibu ane telpon ane dan akhirnya tu orang berhasil ane 'usir'.