Google Website Translator Gadget

Sabtu, 23 November 2013

RI : DICARI, KAPOLRI SEHEBAT HOEGENG !




Hanya ada 3 polisi jujur, polisi tidur, patung polisi dan Hoegeng (Gus Dur)
Salah satu kalimat yang saya baca disalah satu media online, ini membuat saya bertanya-tanya
siapa Hoegeng?.. Ternyata beliau seorang KAPOLRI di zaman orde baru, yang di pensiunkan
sebelum waktunya karena memberantas oknum-oknum korup di jajarannya.

Tipe KAPOLRI seperti inilah yang sekarang dibutuhkan, bila perlu KAPOLRI yang punya tim
khusus seperti PETRUS (Penembak Misterius) dan mampu melakukan operasi-operasi jenius
yang tidak hanya nunggu laporan kejahatan, tapi mau dan mampu menyamar misalnya untuk menangkapi dan mengurangi
kejahatan di bumi Indonesia. Horaaayy......terereeeeet... (kaya di film2 gitu)

Dijamin deh, tindak tanduknya akan dielu-elukan orang sebangsa dan setanah air, bukan KAPOLRI
yang cuma bisa ngikut pakem yang sudah ada, saya juga bisa jadi KAPOLRI kaya gitu mah hihihi...
(maunya kaleee...) Soory lha yaw ane malu kalo harus di gaji rakyat, saya tetep super Onay...
SUpermen Indonesia.... horaaayy..

Kamis, 21 November 2013

RUMAH SBY KECOLONGAN

RUMAH SBY KECOLONGAN MALING

Sang mantan jenderal yang seharusnya ahli tak-tik dan stategi ternyata malah kemalingan. Waduuuwww....Sang mantan jenderal
yang kini sudah naik jabatan menjadi orang nomor satu di negeri ini dalam dua periode pilpres, kontan menarik dubesnya dari Australia.
Padahal kalo saya jadi dubesnya, maaf saya tidak akan menininggalkan warga negara saya yang juga berada di negeri kanguru pak pres...
kan pasti ada yang lagi study tuh, atau jadi TKI mungkin (hihhihi..) masa komandan ninggalin anak buahnya?.. (Apa kata dunia...kalo kata
si Bonar mah begitu) yaaa... Cuma sekedar imajinasi tidak ilmiah saya saja, boleh tho?...


By the way tentang penyadapan Indonesia memang sudah kalah teknologi di banding Negeri Australia, tapi sebenarnya bangsa
Indonesia juga bisa menyadap dan membeberkan fakta penyadapan yang dilakukan oleh australia lho. Hanya saja banyak orang lupa atau mungkin
merasa gengsi dengan caranya yang boleh dibilang kuno, ndeso, primitif (semuanya ini nama makanan)

Lagi-lagi ini cuma imajinasi saya ya, di Indonesia kan banyak paranormal tuh, banyak yang INDIGO, atau yang punya anak buah bangsa Jin, nah
coba mereka dikumpulkan dan suruh cari data valid sebanyak-banyaknya tentang kasus ini bila perlu sadap balik (Ah ... pasti
keren deh...)

Sayangnya kita itu sudah lupa sejarah, sejarah bangsa indonesia khan dulunya sebelum jadi republik di penuhi para ksatria
yang sakti mandraguna, bisa tau sebelum terjadi seperti, kita bisa sebut seperti Prabu Jayabhaya yang benar terbukti
ramalannya atau tokoh-tokoh lainnya yang tidak kalah hebat, Seperti Mpu Tantular (Yang bikin bola lampu ya?..) Mpu Gandring
(yang bikin pesawa terbang bukan ya,,)

yang jadi masalhnya sekarang, kita lupa sejarah bangsa, ini satu. Kedua, Pak SBY khan jenderal tentu disiplin ilmunya
ya seputar tak-tik dan strategi perang, masa iya kepikiran ide gini. Yang ke empat yang semacam ini berbau supranatural
sudah  dianggap tidak logis padahal sama aja ilmunya Sang Hyang Dumadi, hanya saja berbeda zaman dan dianggap tidak sesuai,
padahal menurut saya apapun disiplin ilmunya kalo ada manfaatnya why not..? Coba berapa bnyak orang belanda yang di hajar sipitung yang
nggak mempan di tembak?.. atau Naga Bonar yang nggak mempan di bom?..hihiihi... yaa mungkin terkesan tidak rasional, tapi
setau saya banyak kiyai waktu zaman penjajahan juga nggak mempan ditembak tuh..

Orang barat itu memang dianugerahi dengan kehebatan sciene, nah orang timur itu dianugerahi dengan kehebatan Spiritual. sayangnya
identitas kita itu sudah di jajah zaman ikut-ikutan ke barat-baratan, so scienties lah istilahnya kalo boleh saya bilang,
padahal Ilmuan Indonesia sekelas BJ Habibie aja suka hal2 diluar sciene, contohya suka Puasa :) (Coba aja tanya )..
terus pendiri Apple Steve Job juga suka melakukan hal yang bersifat spiritual(pernah baca tapi lupa di mana ya...)

Bolehlah kita juga bersaing secara sciene tapi juga dibarengi dengan perpaduan sciene dan supranatural. Tujuannya biar bisa
selangkah di depan mereka. Dari ke-enam presiden RI cuma dua orang yang make starategi jitu tersebut, siapa mereka?..
Bung Karno dan Pak Harto

Meskipun itu cuma dugaan saya saja yang kebenarannya nggak tau juga sich, tapi tongkatnya Bung Karno khan kalo dilepas
dari sarungnya meledak tuh lampu yang ada diatasnya (nonton Wawancara dengan Ajudan Bung Karno di METRO TV kalo nggak salah
program Mata Najwa). Nah Pak Harto emang belum tau tuh ceritanya tapi pak Harto khan ditakuti di Asia saat kepemimpinannya.
Tidak hanya di dalam negeri lho, yang memang nggak ada ceritanya di jaman Pak Harto premanisme merajalela. Coba jaman sekarang
melempem semua. Apa di jaman mereka pernah kemalingan (baca: disadap) juga?...hmmm kayanya nggak deh. Justru mereka yang mencuri
data-data dari barat sepertinya lewat pasukan ghaibnya hahahah sorry I am not serious, Just kiding dan ini hanya kicauan nggak ilmiah.Piss ya..

Trus, Kepemimpinan yang tidak kalah hebat  yang juga di barengi dengan spiritual mumpuni adalah Gur Dur, hanya saja gaya otorriter Intelektual
versi Gus Dur yang menjadi pembeda dengan otoriter ala pak Harto, membuat resah kaum reformis dari kalangan mahasiswa'
sayangnya kemudian berimabs pada dipaksa turun tahta. Konon, menurut dakwah nya Buya Syakur Yasin yang saya denger di radio kalo sore,
Gus Dur kalo lagi rapat (maaf) ngorok zzz.. zzz , tapi ketika ngomong nyambung semua. Dahsyat khan?...

By the way mohon maaf saya hanya berkicau, karena Internet lelet. Kalo ada yang mau menyalahkan saya salahkanlah provider GSM!!

Rabu, 13 November 2013

ENAM PRESIDEN INDONESIA YANG TER-RAMALKAN





ENAM PRESIDEN INDONESIA YANG TER-RAMALKAN

            Berawal dari ketertarikan saya melihat video-video hasil karya anak bangsa yang saya kira mereka adalah  sekumpulan orang ‘spiritual jenius’ versi masa kini, (kalo boleh saya bilang)  yang bernama TURANGGA SETA (yang nggak tau cari di youtube ya videonya! teori apa dan bagaimana yang mereka kemukakan.. ) terlepas dari kebenaran atau bukan, saya melihat dari sudut pandang berbeda, bahwa orang-orang dengan tingkat intelektual seperti mereka koq masih mau-maunya mengangkat sesuatu yang menuurut sebagian orang  hal  tersebut mungkin dianggap kampungan, nggak zaman atau mungkin stigma negatif lainnya. Jeniusnya, mereka memadukan antara teknologi masa kini untuk membuktikan mitologi, legenda atau warisan budaya leluhur bangsa Indonesia tersebut guna mendukung teori-teorinya yang berlandas pada mitologi budaya leluhur bangsa. Dan dahsyatnya,  menurut saya  teori mereka sangat logis. Patut mendapat acungan jempol buat mereka, ditengah krisis tergerusnya budaya lokal oleh budaya asing, mulai dari demam K-Pop dan sejumlah trend lain yang bikin capee deeeh…J

Dari situ saya mulai tertarik untuk kembali membaca sejarah bangsa Indonesia sebelum kemerdekaan, saya baca, googling di internet en so on en so on (dan seterusnya maksudnya.. J) akhirnya saya membaca beberapa article yang mengangkat  sejarah bangsa Indonesia sebelum masa kemerdekaan. Saat itu masih dalam bentuk kerajaan kerajaan.
Yang unik kemudian, saya membaca beberapa ramalan seperti ramalan Joyoboyo (Jaya Bhaya), Ramalan Prabu Siliwangi dan beberapa catatan leluhur tentang perjalanan jaman di Indonesia dan kemudian saya berlabuh dalam salah satu blog yang menuliskan RAMALAN RONGGOWARSITO. Lengkapnya tulisan tersebut sudah saya copy paste sebagai berikut:

Ramalan Satrio Piningit Ronggowarsito
Di dalam ramalan Ronggowarsito dipaparkan ada tujuh Satrio Piningit yang akan muncul sebagai tokoh yang di kemudian hari akan memerintah atau memimpin wilayah seluas wilayah “bekas” kerajaan Majapahit, yaitu : Satrio Kinunjoro Murwo Kuncoro, Satrio Mukti Wibowo Kesandung Kesampar, Satrio Jinumput Sumelo Atur, Satrio Lelono Topo Ngrame, Satrio Hamong Tuwuh, Satrio Boyong Pambukaning Gapuro, Satrio Pinandhito Sinisihan Wahyu. Berkenaan dengan itu, banyak kalangan yang kemudian mencoba menafsirkan ke-tujuh Satrio Piningit itu adalah sebagai berikut :

  1. SATRIO KINUNJORO MURWO KUNCORO.
    Tokoh pemimpin yang akrab dengan penjara (Kinunjoro), yang akan membebaskan bangsa ini dari belenggu keterpenjaraan dan akan kemudian menjadi tokoh pemimpin yang sangat tersohor diseluruh jagad (Murwo Kuncoro). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Soekarno, Proklamator dan Presiden Pertama Republik Indonesia yang juga Pemimpin Besar Revolusi dan pemimpin Rezim Orde Lama. Berkuasa tahun 1945-1967.

  1. SATRIO MUKTI WIBOWO KESANDUNG KESAMPAR.
    Tokoh pemimpin yang berharta dunia (Mukti) juga berwibawa/ditakuti (Wibowo), namun akan mengalami suatu keadaan selalu dipersalahkan, serba buruk dan juga selalu dikaitkan dengan segala keburukan / kesalahan (Kesandung Kesampar). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Soeharto, Presiden Kedua Republik Indonesia dan pemimpin Rezim Orde Baru yang ditakuti. Berkuasa tahun 1967-1998.


  1. SATRIO JINUMPUT SUMELA ATUR.
    Tokoh pemimpin yang diangkat/terpungut (Jinumput) akan tetapi hanya dalam masa jeda atau transisi atau sekedar menyelingi saja (Sumela Atur). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai BJ Habibie, Presiden Ketiga Republik Indonesia. Berkuasa tahun 1998-1999.

  1. SATRIO LELONO TAPA NGRAME.
    Tokoh pemimpin yang suka mengembara / keliling dunia (Lelono) akan tetapi dia juga seseorang yang mempunyai tingkat kejiwaan Religius yang cukup / Rohaniawan (Tapa Ngrame). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai KH. Abdurrahman Wahid, Presiden Keempat Republik Indonesia. Berkuasa tahun 1999-2000.

  1. SATRIO PININGIT HAMONG TUWUH.
    Tokoh pemimpin yang muncul membawa kharisma keturunan dari moyangnya (Hamong Tuwuh). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Megawati Soekarnoputri, Presiden Kelima Republik Indonesia. Berkuasa tahun 2000-2004.


  1. SATRIO BOYONG PAMBUKANING GAPURO.
    Tokoh pemimpin yang berpindah tempat (Boyong) dan akan menjadi peletak dasar sebagai pembuka gerbang menuju tercapainya zaman keemasan (Pambukaning Gapuro). Banyak pihak yang menyakini tafsir dari tokoh yang dimaksud ini adalah Susilo Bambang Yudhoyono. Ia akan selamat memimpin bangsa ini dengan baik manakala mau dan mampu mensinergikan dengan kekuatan Sang Satria Piningit atau setidaknya dengan seorang spiritualis sejati satria piningit yang hanya memikirkan kemaslahatan bagi seluruh rakyat Indonesia sehingga gerbang mercusuar dunia akan mulai terkuak. Mengandalkan para birokrat dan teknokrat saja tak akan mampu menyelenggarakan pemerintahan dengan baik. Ancaman bencana alam, disintegrasi bangsa dan anarkhisme seiring prahara yang terus terjadi akan memandulkan kebijakan yang diambil.

Nah, terlepas dari kebenaran atau tidaknya ramalan ini, saya melihat justru dari hal berbeda kembali, yakni

  1. Ternyata khasanah leluhur bangsa kita ini sangat kaya akan nilai agung yang terkandung didalamnya, sangat disayangkan kalo kita generasi muda dan tentunya generasi tua (yang udah bapa-bapa ..hihi)  ini malah justru lupa atau tidak mau tahu dengan khasanah leluhurnya ini. Ironis..
  2.  Budaya leluhur sarat dengan pendidikan pekerti yang agung, bijaksana, arif en so so en so on (dan seterusnya maksudnya..) yang tentunya bisa menjadi oase ditengah krisis moral yang ada saat ini.
  3. Mungkin saja, untuk mengembalikan kejayaan Indonesia kita tidak hanya harus fokus pada hal-hal rasionalis (mengedepankan rasio) ketimbang rasa, karena ternyata literature budaya leluhur  bangsa yang sarat dengan bahasa simbolis nan penuh makna juga bermuara tidak hanya kepada kecerdasan rasio tapi kecerdasan rasa, kecerdasan spiritual.

So, saatnya generasi muda dan generasi tua (yang udah bapa-bapak maksudnya ) ini, kembali kepada rel leluhurnya yang apik, bijaksana, luhur, dan arif. Baru kita kemudian bicara intelektualitas, bukannya malah dicekokin rumus-rumus dan teori-teori yang malah menjadikan kaum berpendidikan berfikir secara mainstream, muter2 disitu-situ aja.. sorry guys J. Seperti yang diucapkan Prabu Siliwangi sebelum menghilang bersama kerajaannya :

”Mingkin hareup mingkin hareup, loba buta nu baruta, naritah deui nyembah berhala. Laju bubuntut salah nu ngatur, panarat pabeulit dina cacadan; da nu ngawalukuna lain jalma tukang tani. Nya karuhan: taraté hépé sawaréh, kembang kapas hapa buahna; buah paré loba nu teu asup kana aseupan. Da bonganan, nu ngebonna tukang barohong; nu tanina ngan wungkul jangji; nu palinter loba teuing, ngan pinterna kabalinger.”
  • ”Semakin maju semakin banyak penguasa yang buta tuli, memerintah sambil menyembah berhala. Lalu anak-anak muda salah pergaulan, aturan hanya menjadi bahan omong­an, karena yang membuatnya bukan orang yang mengerti aturan itu sendiri. Sudah pasti: bunga teratai hampa sebagian, bunga kapas kosong buahnya, buah pare banyak yang tidak masuk kukusan. Sebab yang berjanjinya banyak tukang bohong, semua diberangus janji-janji belaka, terlalu banyak orang pintar, tapi pintar keblinger.”

And then… Allahu a’lam (Hanya Allah yang Maha Tahu)