Google Website Translator Gadget

Sabtu, 19 April 2014

SETELAH PILEG 2014 LALU APA?.. MENDING NYOBLOS CREW TRANS7



Musim PILEG 2014 telah berlalu, dan masih seperti sebelumnya saya berada di golongan putih #GOLPUT. Terkecuali nanti memang saya menemukan sosok yang memang benar-benar seperti “ksatria ireng” (ksatria baja hitam) hihi.. yang mirip-mirip gaya kepemimpinan yang sudah saya buat parodinya di youtube-lah.. ciyeeee..suit suit…baru mungkin saya akan ikut nyoblos. Kenapa koq sepertinya apatis?..

Seperti judulnya, “Setelah Pileg Lalu apa?” … Apa ada gebrakan yang signifikan dari caleg-caleg yang kepilih? (Coba deh lihat beberapa tahun kebelakang dengan sekarang, sama nggak?.. ada perubahan nggak?)..saya sich masih ngeliat nggak ada perubahan berarti, jalan rusak yang tetep rusak, yang miskin ya makin banyak, yang dipersulit masuk rumah sakit ya juga tetep banyak, yang macet-macet kian hari juga makin semrawut, tranparansi dana RUTILAHU juga nggak tahu di grass rootnya sietemnya gimana?... lalu tugas mereka ngapain aja?...Cuma ngurusin proyek yang gede duitnya?..Ah  basi PILEG itu, dari pada memilih caleg saya sich lebih suka milih crew Trans 7 jadi legislator. Kenapa crew trans7, saya pikir intelijen Negara saja kalah ama crew trans7, tuh liat redaksi kontroversi, yang melakukan kecurangan-kecurangan di pasar-pasar atau tempat-tempat lainnya, kebongkar semua itu. Masa legislator nggak mikir kesana untuk perbaikan negeri?.. berarti IQ nya kalah dong sama crew trans7, atau mereka kurang creative nggak mikir kesana?.. saya sih ngebayinnya gini, mereka (para legislator) datang ngantor, rapat-rapat NATO (no action talk only) meskipun sampe ada action tapi nggak maxi..  gitu doang kerjaan mereka, coba turun ke jalan, bikin team khusus kaya trans 7, yang nyelidikin ini itu, insyaAllah bakal dahsyat effectnya buat negeri ini..

Kita ini dalam PILEG selama ini tidak menakar SDM, kalopun ditakar ya tentu belum optimal penakarannya, yang mau maju monggo dipersilahkan, yang ditakar di rekomend sama orang yang mungkin saja ada kepentingan, entah saudaranya, entah apanya, entah yang banyak duitnya. Mereka-mereka yang justru punya mental ksatria nggak ke expose. Tuh liat kaya kuwu di desa Pajajar Majalengka 90% masyarakat memilihnya, karena apa sebab?. Sebelum jadi kuwu, dia udah bangun desa dengan uangnya senidiri betulin ini itu. Orang seperti inilah yang dibutuhkan bangsa dan saya yakin InsyaAllah masih banyak orang seperti ini di negeri ini.

Tentang takar menakar caleg ini, dulu saya pernah nulis di catatan Facebook sebagai berikut, dan teori saya ini mendukung kepada orang-orang yang beramal tanpa pamrih:

….menurut saya nggak ada yang benar-benar seperti ksatria sesungguhnya, koq bisa gitu?.. saya menggunakan metode Qur’ani dalam menentukan seorang pemimpin lho… (hebat khan saya…), qoidohnya sederhana sesuai dengan ayat:

Walaa tamnun tastaktsiru (QS Al Muddatsir 74:6)
( Dan janganlah kamu memberi dengan harapan mendapat imbalan yang lebih besar)

Diluar ayat ini, seorang pemimpin sepertinya nggak lebih dari seorang yang cuma mau duduk di kursi jabatan, muasin keinginan dunianya, nyari proyek gede yang nantinya bisa didapetin kalo duduk di posisi itu, ngelindungi aset perusahaannya yang menggurita atau sekadar numpang keren-kerenan (wakil/pemimpin rakyat gitu loh..). Kenapa ayat itu bisa menjadi qoidoh?.. karena logikanya, pastilah seorang calon pemimpin itu kampanye dulu sebelum hari “h” pemilihan tho?.. pake apa ?.. uang. Nah uangnya ini gede, kenapa mesti repot-repot ngabisin dana kampanye yang milyaran atau triliyunan itu untuk kampanyenya, sedangkan katanya tujuannya mau mensejahterakan rakyat. Yang menarik, the point is:

  1.  Kalomemang mau mensejahterakan rakyat, pake aja tuh dana kampanye untuk mensejaherataakn rakyat ,melalui program efektif, tepat sasaran, tepat guna dan tidak di corrupt, kalo nggak gitu berarti mereka memang berharap ada take and give. Sedangkan…(nyambung point berikutnya)
  2. Pemimpin sejati nggak akan mikirin take and give bro, rakyat sejahtera misi selesai. Nah kenyataannya?..mereka ingin menang dan duduk dikursi jabatan tho?..
  3. Kenapa janji-janji programnya cuma jelang hari pencoblosan saja, diluar itu nggak (janggal khan’ untuk ukuran orang/parpol yang punya misi mensejahterakan rakyat?..)
  4. Kenapa dana yang jumlahnya sebrek itu tidak dibuatkan saja program yang pro-rakyat, tanpa umbul2 tanpa baligho, tanpa harus peduli menjadi atau tidak menjadi wakil rakyat dulu (lho katanya mau mensejahterakan rakyat?..piye tho..-balasan pemimpin bukannya ada di akhirat?)

Kesimpulannya, hampir semua pemimpin ingin balasan yang lebih besar untuk dirinya maupun parpolnya = tidak sesuai dalil/qoidoh/ayat penakar calon pemimpin = ngak ada Ksatria Baja Hitam, nggak ada Power Ranger, nggak ada Superman, nggak ada Robin Hood maupun Batman.. ( mereka suka niru gaya super hero di TV soalnya )..


Dalih-dalih Mereka
“Khan buat bisa dapetin APBD atau APBN yang jumlahnya lebih gede untuk kesejahteraan yang lebih merata…jadi so what gitu loh..”

Mengejar APBN atau APBD itu juga ada bentuk minta balasan yang lebih gede dong...
AlQuran itu kalammnya Illahi, nggak mungkin keliru, nggak mungkin salah. Kalo memang di firmankan demikian berarti memang ada kebenaran mutlaq yang terkandung didalamnya. Dan terbukti khan.. orang yang minta balasan lebih besar itu  bobrok mental spiritualnya, sudah bisa dipastikan dia tidak akan berfikir untuk lilmaslahatilummat  atau lilmaslahatil-rakyat (untuk kebaikan rakyat) lebih tepatnya.

“Khan itu qoidoh secara islam, sedangkan tidak semua partai atau calon pemimpin itu beragama islam..”

Yaa bukan urusan mas bro… mau pake qoidoh Qurani, mau pake qoidoh syaithoni, atau qoidoh dari luar angkasa sekalipun, ini hak pemilih sebagi individu beragama. Lagi pula Indonesia negara islam terbesar di dunia. Kalo masyarakatnya mau pake qoidoh atau ayat AlQuran atau apapun bebas tho?…


So…sebelum memilih dan mencoblos berfikir jernih dulu, toh dari tahun ke tahun, yang tidur dijalan masih saja ada, yang ngemis di lampu merah juga banyak, angka kejahatan tinggi, dan masih sebarek fenomena lainnya yang tidak berkurang (karena kalo berakhir kayanya nggak mungkin, minimal berkuranglah). Di Musim Kawin Percaturan Politik dan Fake Pahlawan (yang ngaku-ngaku pejuang rakyat, tapi bukan) ini, mari berikir lebih jernih..

And then…
Mohon maaf apabila lidah saya bermasalah, tidak ada maksud menyudutkan pihak manapun. Dan mohon ayatnya di ricek ke mufasir (karena saya bukan mufasir ) hihi..




Minggu, 13 April 2014

PT GLOBAL OPTIMO GLOBAL INTERNASIONAL - KASUS PENIPUAN

LINK SOURCE :

http://www.kaskus.co.id/thread/512629115b2acfa72e000001/penipuan-pt-optimo-global-internasional



Disini ane informasikan sebelumnya kalau posisi ane di Palembang dan Ortu ane di Jambi Gan... Makanya mohon maaf kalau kaga ada pict Gan dan ane jamin berita ini bukan HOAX... 

Sore habis jenguk temen ane di rumah sakit, ane ditelpon Ibu ane Gan dari nadanya penting banget. Ane jawab aja ane baru di jalan dan 5 menit lagi nyampe rumah karena emang jarak rumah ane sama rumah sakit ga jauh Gan.... 

Nah sesampainya dirumah Ibu ane nelpon dan cerita kaau beliau ditawari produk kesehatan dari PT Optimo Global Internasional. Produk yang ditawari ini sifatnya bonus karena keluarga ane sudah pakai produk dari PT Cap L*ang yang asli (Tau dari mana yak?). Di sini ane udah ngendus kayanya ada yang kaga beres... Sesudah itu telp dioper dari ibu ane ke si penipu... Begini kira-kira isi percakapan antara ane sama penipu lewat telepon... 

A: Ane
B: Terduga Penipu Satu
C: Terduga Penipu Dua

A : "Halo,.."
B: "Halo, maaf dengan mas atau mbak saya bicara?"

A: "Dengan 'mas'..." (Maksudnya dengan cowo)

B: "Oh, begini mas, kami adalah karyawan magang dari PT Optimo yang bergerak dibidang kesehatan ingin memberikan bonus kepada pelenggan karena telah menggunakan produk asli. Produk ini berupa alat kesehatan (ane lupa namanya apa) yang belum dijual bebas di pasaran, baru beberapa rumah sakit yang memakainya salah satunya rumah sakit (Nyebut nama rumah sakit di Jambi Gan), Di sini Mbaknya (maksudnya ibu ane) berhak atas bonus ini karena menggunakan produk asli dari sponsor kami dan mbaknya (ibu ane) tidak dikenakan biaya apapun hanya penggantian PPN saja sebesar 260 ribu rupiah."

A: (Di sini ane ga mau tahu tentang maksud si PT Gan... Yang ane mau tahu PT ini PT apaan sebenarnya... Ane buru-buru menuju si Sevy (Laptop) ane dan ane buru-buru googling... Untuk mengulur waktu ane ngasih beberapa pertanyaan dulu Gan) "Ini dari PT apa tadi?"

B: "Dengan PT Optimo Global tepatnya PT Optimo Global Internasional. Kami bergerak dibidang kesehatan dan kami ingin memberikan bonus blablabla (Mengulang dialog diatas)"

Di sini ane udah mulai nyari info dari Mbah Google dengan keyword 'PT Optimo Global Internasional' dan hasilnya cuma info tentang lowongan kerja aja di PT tersebut. Ane coba search lagi dengan keyword 'Penipuan PT Optimo Global Internasional' dan ane nggak dapet info valid tentang kasus penipuan PT Tersebut... Tapi ane tertarik dengan salah satu informasi dari lowker yang menyebutkan kalau PT ini bergerak dibindang ADVERTISING, FLYER dan MANAGEMEN PERKANTORAN... WTF!!!! kata dia tadi ini PT bergerak di bidang kesehatan... Ane udah mulai panas di sini Gan... Ya udah ane kaga pake basa-basi lagi... (ane paling ga bisa buat basa basi Gan)

A: "Maaf saya mau tahu alamat kantor pusat PT ini di mana ya?"
B: "di Jl. MH. Thamrin Wisma Kosgoro Jakarta". 

Jawabannya sesuai Gan dari info yang ane dapat dari Internet. Ane coba ngetes pake pertanyaan yang lain.

A: "Maaf saya mau tahu PT Optimo Internasional, bisa saya buka di mana ya alamat websitenya?"

B: "Silakan dibuka di PT Optimo Global Internasional."

A: "Mmm... kalau alamat websitenya gimana? Yang kita tulis di address bar mozilla."

B: "Oh, coba Bapak cari di Google aja."

A: (WTF... Perusahaan kok alamat websitenya suruh nyari di google) "Kalau yang diketik di address bar ada ga? yang dot com apa dot org..."

B: "Coba ketik Optimoglobalinternasional.com"

A: (Ane ketik Gan, dan ga muncul) "Ga ada tu..."

B: "Kalau yang dari google tadi ada ngga?"

A: "Ada tapi bentuknya blog bukan official websitenya..."

Waktu ini telpon tiba-tiba putus sinyal providernya ilang.. Ane tambah emosi nih Gan... ane coba hubungi lagi ibu ane dan memang agak susah, akhirnya bisa... Ibu Ane yang jawab...

A: Ane
I : Ibu Ane

A: "Ma, PT ini sebenarnya gimana sih?"

I : "Tadi katanya mama menang hadiah karena pake minyak kayu putih cap lang yang asli. Dapet alat kesehatan. Mama ga mau tapi tetep dipaksa jadi tulah mama minta bantuan..."

A: "Oh, kalau aku nyari ni ya Ma... PT ini ga valid... lowonganya aja ada yang bilang bergerak dibidang advertising saya flyer... Tadi ngakunya dari bidang kesehatan... mending ga usah ditanggapi lah yang beginian..."

I : "Ya itu masalahnya... mama ga bisa ngomong... cobalah kamu yang ngomong."

A: "O ya udah kalau gitu biar aku yang bilang.. ntar kasih aja teleponnya sekalian di loud speaker aja biar denger semua..."

Telpon pun dioper ke Terduga Penipu 1... Ane pun mulai 

A: "Oh ya, PT Optimo ini bergerak di bidang kesehatan ya?"

B: "Iya. Kami bergerak di bidang kesehatan."

A: "Kalau kantor cabang di Jambi di mana ya?" (Di sini ane sedang baca info dari google kalau PT ini ada juga alamatnya di daerah Muaro Bungo.)

B: "Di daerah sini Pak (nyebutin daerah tapi ane lupa dimana) sama di deket simpang kawat Jambi... "

A: "Kalau yang di Muaro Bungo ada ga?"

B: "Ga ada Pak..."

A: "Loh, tapi dari pencarian saya di google kok ada ni di Muaro Bungo" 

B: "Oh itu Posko kami Pak... Kalau kantor cabang ga ada Pak..." (WTF... PT Punya Posko... emang bencana alam apa?)

A: "Oh. ya udah ini kan tadi boleh diambil atau enggak kan bonusnya? Kalau kami ga ambil gimana?"

B: "Bisa saja Pak kalau ga diambil tapi tadi mbaknya (maksudnya ibu ane) udah setuju lo." 

A: "Tapi saya ga setuju..."

B: "Iya, tadi Bapaknya (maksudnya bapak Ane) gak setuju.... cuma mbaknya (ibu ane) udah setuju...."

A: "Iya Bapak saya emang ga setuju dan saya juga ga setuju... Tadi Ibu saya sudah saya bilangin dan dia juga ga setuju." (Sebenarnya dari awal ibu ane ga setuju Gan -Ntar di akhir ane ceritain-). "Saya ragu dengan PT ini... Saya ga menemukan informasi apakah PT ini valid atau enggak. Jadi saya ga mau ambil bonus itu... Lagi pula saya takut ketipu." (Ane blak-blak an aja Gan) 

Tiba-tiba si terduga penipu dua langsung nyamber telpon aja Gan...

C: "Halo Mas, tadi masnya udah buka website kami kan?"

A: "Iya udah, dan saya ga menemukan keterangan valid tentang PT Optimo di sana... lagi pula web yang saya buka itu bentuknya blog dengan posting satu-satunya adalah lowongan kerja di PT Optimo. Lagi pula saya juga ga nemuin keterangan kalau PT Optimo ini bergerak dibidang kesehatan... Justru yang saya temukan adalah PT ini bergerak di bidang Advertising, Flyer dan Managemen perkantoran." 

C: "Oh, Flyer itu salah satu usaha kami juga.." (WTF... Makin sebel ane Gan)

A: "Enggak-enggak sudah, kami ga mau ambil bonusnya. Biarlah kesehatan ga cuma di dapet dari alat itu... Biar Tuhan yang ngatur semua... Saya ga yakin soalnya dengan PT Anda... Jadi sudah saya ga ambil. Dan keluarga saya juga sudah setuju ga bakal ambil tu barang, saya sudah bilang tadi ke ibu saya..." 

C: "Oh kalau begitu ya sudah kalau Bapak tidak mau, disini kami bukan menawarkan tapi mau memberikan hadiah kepada Ibu Anda... Tapi kalau Bapak enggak mau ya sudah..."

Pembicaraan pun berakhir... Dan duo terduga itu pun pergi meninggalkan rumah keluarga Ane Gan... Habis itu ane telpon lagi Orang tua ane dan nanyain... Ternyata kronologi awalnya begini Gan...
Sore itu dua orang tadi dateng nyamperin rumah keluarga Ane dan menyatakan kalau keluarga ane berhak atas hadiah dari PT Optimo karena udah menjadi pelanggan produk cap lang yang asli. Disini mereka ngaku kalau cap lang adalah sponsor utama PT mereka. Awalnya ibu ane nanya apakah dia akan bayar atau enggak. Dijawab oleh mereka ga bayar sama sekali. Trus Ibu ane dimintai data. Selesai begitu baru deh mereka bilang kalau ibu ane cuma perlu ganti PPN sebesar 260 ribu rupiah aja... Ibu ane nolak Gan, karena katanya tadi ga bayar... Tapi orang PT tersebut masih ngotot aja Gan dan ibu ane dipaksa buat bayar. Itulah kenapa Ibu ane telpon ane dan akhirnya tu orang berhasil ane 'usir'.

Sabtu, 12 April 2014

BOCORAN SOAL UN 2014


Akan mulai musim lebay euy "musim pembodohan publik/siswa oleh guru2 nya" 


... Nanti pada istighosah banyak yang nangis2, diminumin air dari ustadz/guru agama (ah..lebay) ...

Padahal nggak lulus juga nggak dosa,... santai aja ah, bukan keputusan tentang syurga dan neraka ini.... kalo nggak lulus terus kamu di judge masuk neraka dan dapat siksa kubur, baru tuh boleh nangis sehebat kamu bisa... kenyataannya nggak khan?... 

Langit masih adem ayem aja tuh nggak runtuh,.... Gunung Ciremai masih berdiri kokoh,.. belum ada perintah ke malaikat untuk menggulung langit, tanda kehidupan semesta berakhir, Imam Mahdi belum datang, Nabi Isa As belum turun lagi ke bumi... jadi santai aja,... 

Apa Wright bersaudara (yang bikin pesawat terbang) lulus gitu sekolahnya?... nggak tuh... tapi koq bisa mereka bikin pesawat terbang ?...

Karena, Pendidikan di Indonesia itu pendidikan rasio,= (menghapal, ngisi soal, sampe kalo diputusin pacar diingat aja dan dikenang padahal pacaramu bukan pahlawan untuk dikenang, itu kata #OkkyLukman)
bukan pendidikan kepribadian, pendidikan kepemimpinan, pendidikan karakter, pendidikan spiritual, pendidikan creative & produktive think ...yang berorientasi pada karakter building!

(yaa jadinya... hancur negara, mau ujian aja lebay, saingan ama mantan pacar di bunuh dibuang ke tol tau khan beritanya di TV, pulang sekolah dicegat tawuran,). 

Nah kemudian, pertanyaannya, siapa yang buat kurikulum pendidikan di Indonesia?....Katanya ITU KURIKULUM NYADUR DARI ZAMAN WAKTU INDONESIA MASIH DI JAJAH, DIBAWA DAN DIPAKE LAGI SAMPAI SEKARANG ! (yang terakhir ini nggak tau ilmiah nggak, saya denger dari temen soalnya)... Selamat UN, doanya jangan lupa BISMIKA ALLAHUMA AHYA WA AMUUT (doa mau tidur) atau Allahuma bariklana fiima rozaktana waqina adzabannar (doa mau makan).