“Orang yang tidak belajar islam itu katanya orang yang goblok
(tuuuuuttt…di sensor)”
Ini kata temenku. Lebih kerennnya mungkin,
saya tulis
“Segoblok-gobloknya orang goblok adalah
yang tidak mau belajar agama Islam,
agak goblok kalo tahu islam tapi tidak mengamalkannya, dan sedikit
goblok kalo mempelajari Islam baru sampe Alif, Ba’ Ta, Tsa kaya saya
hahaha...”
Gak ada pilihan yang bagus dong
dari ketiga diatas, karena memang SEKULER atau bahasa sederhananya memisahkan
kehidupan beragama dari kehidupan dunia lebih baik. Beuuuuuh.. yang nulis mungkin seorang Liberalis..
Tunggu dulu bro.. jangan men-judge seseorang dari selintas pemikiran, ucapan atau
tulisannya. Karenyanya saya berani jamin deh, orang yang condong baca buku dan
gaul sama salafi ya akan berat ke salafi. Orang yang gaul dengan yang diluar
salafi pasti juga demikian. Nggak percaya?...Coba aja.
Yang jadi pertanyaan kemudian
bagaimana kalo ada orang yang gaulnya ngalor-ngidul
ke Sunni masuk, ke Syiah masuk, ke Islam Liberalnya masuk de el el nyapun masuk? Pastinya akan punya sudut pandang yang
berbeda-beda juga khan?.. meskipun sampai hari ini saya masih ngaku warga Sunni
tulen tapi saya juga jadi followernya Ulil Abshar Abdala (yang maaf, katanya
orang JIL-Jaringan Islam liberal), saya juga masih berteman dengan MR. MARTIN
SINHASIHALAM di Facebook seorang Kristiani yang percaya Laa illahaillah-Tidak Ada Tuhan Selain Allah. Saya juga masih
sempet koar-koar bahwa Islam,
Kristen, Yahudi adalah agama samawi (dari langit) yang membedakan hanyalah
ketika agama tersebut turun ditafsirkan oleh individunya masing-masing di
zamannya.
Ini tidak menghilangkan identitas
saya sebagai islam Sunni kan?..
Tapi, tentunya ente-ente nggak akan setuju juga kalo ada orang Sunni yang bilang Sekuler lebih
baik . Nah lho…but wait a moment alias Oop
oop… (Bahasa parkirnya gitu, oop..oop)
Jelasin dulu nich Super Islam
apaan?..biar kite-kite nyambung
bacanya!
Sebenernya mungkin bahasa
kerennya lebih enak kalo ditulis Manhaj.
Cuma, kalo ditulis Manhaj (Prinsip) , judulnya berasa berat banget deh, Makanya
saya tulis jadi Super Islam aja (suka-
suka saya ya..) bodo pokoknyamah, sabodoteuing..
Diatas saya bilang sekuler lebih
baik, tapi, saya tidak mengatakan sekuler lebih baik dari Super Islam khan?..
Konteks lebih baik disini adalah di luar agama islam. Pertanyaannya, adalah 6
huruf, k-e-n-a-p-a?.. (Singkatan dari
Karena Apa kali yee, tapi Coba Tanya
ke guru Bahasa indonesia asal katanya dari mana?..tapi nggak penting juga sich
sepertinya)
Karena setahu saya, sekuler ini
awalnya muncul dari dogma keliru yang ada di masyarakat barat kala itu, dimana
masyarakat dilarang berteori diluar agama, pokoknya, harus tunduk dan patuh
pada apa yang tertulis di Alkitab, bahkan negarapun sangat dipengaruhi-di steer oleh agama, kala itu. Sebagai
contoh Galileo Galilei yang
mencetuskan teori tata surya (Heliosentris-Matahari sebagai pusat tata surya) yang
berbeda dengan dengan kepercayaan yang tertulis dalam Alkitab saja, harus masuk
tahanan, di bui bro.. Galileo Galilei yang berteori menentang kepercayaan pada masa itu
(Geosentris-Bumi sebagai pusat tata surya) dan mengajarkannya dianggap sebagai
bentuk makar terhadap agama.
Teori geosentris yang konon salah satunya di sandarkan pada Mazmur 93:1, 96:10 yang menyatakan
“Sungguh tegak dunia (bumi) tidak bergoyang).”
merupakan teori yang bertentangan. Lambat laun muncullah satu
sikap di kalangan bangsa Erofa untuk memisahkan kehidupan antara duniawi dan
ukhrowi pada masa itu yang disebut dengan sekulerisme. Berasal dari bahasa yunani Saecular atau yang berarti keduniawian.
Pemisahan kehidupan dunia dengan kehidupan beragama dengan tujuan agar agama
tidak menyetir Negara, mendominasi Negara.
Maka, diatas, saya bilang Sekuler
itu lebih baik, …. Bagi mereka tentunya. Kalo untuk orang yang beragama Islam
ya faham sekuler tetap lebih tidak baik. Sekarang coba kita bandingkan ayat di
bawah dengan konteks teori heliosentris dan geosentris :
Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang,
matahari dan bulan..
Masing-masing dari keduanya itu beredar di
dalam garis edarnya.
(QS Al-Anbiya: 33)
Beuuh…. Bukannnya
kita nggak mikir Al-Quran yang turun di Abad ke 7 ini sudah jauh melampaui
zamannya, orang Erofa baru ngedebatin itu 700-800 tahun kemudian (Karena teori
Heliosetris sudah dikemukaan seorang scientis Copernicus di abab 14) (Satu), dan bukankah sudah
seharusny Al Quran menjadi Manhaj karena kebenarannya yang mutlaq (dua), karena
Al-Quran bukan buatan manusia tentunya (tiga) dan sekuler itu bukan untuk orang
Islam (empat). Ya..bukan untuk orang islam karena, munculnya sekuler ini adalah
dari idenya orang Erofa yang kala itu sedang berada di masa kesuraman karena di steer agama, sedangkan agama tersebut
dianggap tidak memuaskan akal namun mendominasi negara.
Maka seperti
diatasapernah saya bilang,
“Segoblok-gobloknya orang goblok adalah
yang tidak mau belajar agama Islam,
agak goblok kalo tahu islam tapi tidak mengamalkannya, dan sedikit
goblok kalo mempelajari Islam baru sampe Alif, Ba’ Ta, Tsa kaya saya
hahaha...”
Karena, kalo
bangsa ini mau maju ya harus kembali kepada Islam, tidak harus menjadi Negara
Islam, minimal kajian kepada Islam diperbanyak. Jangan cuma sebagai mata
pelajaran tambahan yang muncul biasanya pada hari jumat. Islam itu mau belajar
ekonomi, social, politik ada semua komplit kenapa kita harus berkiblat pada
kurikulum non-syar’i yang katanya lebih keren itu.
Yang unik di
kalimat…….. dan sedikit goblok
kalo mempelajari Islam baru sampe Alif, Ba’ Ta, Tsa kaya saya hahaha...” kenapa saya bilang demikian, karena Islam
kadang hanya di pahami sebatas, hari selasa pasolatan (belajar bacaan shalat),
malam jumat sholaawatan, hari-hari biasa
ngaji (itupun nggak ada terjemahn dan tafsirnya). Ilmu islam yang lainnya dikemanain
tuh?.... (geleng-geleng kepala).
Allahu a’lam..
Rhamdhan 1434 H- 00.14 nunggu
saur bro…3 jam lagi… J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar