Google Website Translator Gadget

Kamis, 01 Agustus 2013

SEKULER VS SUPER ISLAM




“Orang yang tidak belajar islam itu katanya orang yang goblok (tuuuuuttt…di sensor)”

 Ini kata temenku. Lebih kerennnya mungkin, saya tulis

“Segoblok-gobloknya orang goblok adalah
yang tidak mau belajar agama Islam,  agak goblok kalo tahu islam tapi tidak mengamalkannya, dan sedikit
goblok kalo mempelajari Islam baru sampe Alif, Ba’ Ta, Tsa kaya saya hahaha...”

Gak ada pilihan yang bagus dong dari ketiga diatas, karena memang SEKULER atau bahasa sederhananya memisahkan kehidupan beragama dari kehidupan dunia lebih baik. Beuuuuuh.. yang nulis mungkin seorang Liberalis..

Tunggu dulu bro.. jangan men-judge  seseorang dari selintas pemikiran, ucapan atau tulisannya. Karenyanya saya berani jamin deh, orang yang condong baca buku dan gaul sama salafi ya akan berat ke salafi. Orang yang gaul dengan yang diluar salafi pasti juga demikian. Nggak percaya?...Coba aja.
Yang jadi pertanyaan kemudian bagaimana kalo ada orang yang gaulnya ngalor-ngidul ke Sunni masuk, ke Syiah masuk, ke Islam Liberalnya masuk de el el nyapun masuk? Pastinya akan punya sudut pandang yang berbeda-beda juga khan?.. meskipun sampai hari ini saya masih ngaku warga Sunni tulen tapi saya juga jadi followernya Ulil Abshar Abdala (yang maaf, katanya orang JIL-Jaringan Islam liberal), saya juga masih berteman dengan MR. MARTIN SINHASIHALAM di Facebook seorang Kristiani yang percaya Laa illahaillah-Tidak Ada Tuhan Selain Allah. Saya juga masih sempet koar-koar bahwa Islam, Kristen, Yahudi adalah agama samawi (dari langit) yang membedakan hanyalah ketika agama tersebut turun ditafsirkan oleh individunya masing-masing di zamannya.

Ini tidak menghilangkan identitas saya sebagai islam Sunni kan?.. Tapi, tentunya ente-ente nggak akan setuju juga kalo  ada orang Sunni yang bilang Sekuler lebih baik . Nah lho…but wait a moment alias Oop oop… (Bahasa parkirnya gitu, oop..oop)

Jelasin dulu nich Super Islam apaan?..biar kite-kite nyambung bacanya!
Sebenernya mungkin bahasa kerennya lebih enak kalo ditulis Manhaj. Cuma, kalo ditulis Manhaj (Prinsip) , judulnya berasa berat banget deh, Makanya saya tulis jadi Super Islam aja (suka- suka saya ya..) bodo pokoknyamah, sabodoteuing..

Diatas saya bilang sekuler lebih baik, tapi, saya tidak mengatakan sekuler lebih baik dari Super Islam khan?.. Konteks lebih baik disini adalah di luar agama islam. Pertanyaannya, adalah 6 huruf, k-e-n-a-p-a?.. (Singkatan dari Karena Apa kali yee, tapi Coba Tanya ke guru Bahasa indonesia asal katanya dari mana?..tapi nggak penting juga sich sepertinya)

Karena setahu saya, sekuler ini awalnya muncul dari dogma keliru yang ada di masyarakat barat kala itu, dimana masyarakat dilarang berteori diluar agama, pokoknya, harus tunduk dan patuh pada apa yang tertulis di Alkitab, bahkan negarapun sangat dipengaruhi-di steer oleh agama, kala itu. Sebagai contoh Galileo Galilei yang mencetuskan teori tata surya (Heliosentris-Matahari sebagai pusat tata surya) yang berbeda dengan dengan kepercayaan yang tertulis dalam Alkitab saja, harus masuk tahanan, di bui bro.. Galileo Galilei yang berteori  menentang kepercayaan pada masa itu (Geosentris-Bumi sebagai pusat tata surya) dan mengajarkannya dianggap sebagai
bentuk makar terhadap agama. Teori geosentris yang konon salah satunya di sandarkan pada Mazmur 93:1, 96:10  yang menyatakan

“Sungguh tegak dunia (bumi) tidak bergoyang).”

­merupakan teori yang bertentangan. Lambat laun muncullah satu sikap di kalangan bangsa Erofa untuk memisahkan kehidupan antara duniawi dan ukhrowi pada masa itu yang disebut dengan sekulerisme.  Berasal dari bahasa yunani Saecular atau yang berarti keduniawian. Pemisahan kehidupan dunia dengan kehidupan beragama dengan tujuan agar agama tidak menyetir Negara, mendominasi Negara.
Maka, diatas, saya bilang Sekuler itu lebih baik, …. Bagi mereka tentunya. Kalo untuk orang yang beragama Islam ya faham sekuler tetap lebih tidak baik. Sekarang coba kita bandingkan ayat di bawah dengan konteks teori heliosentris dan geosentris :

Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan..
Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.
(QS Al-Anbiya: 33)

Beuuh…. Bukannnya kita nggak mikir Al-Quran yang turun di Abad ke 7 ini sudah jauh melampaui zamannya, orang Erofa baru ngedebatin itu 700-800 tahun kemudian (Karena teori Heliosetris sudah dikemukaan seorang scientis Copernicus di abab 14) (Satu), dan bukankah sudah seharusny Al Quran menjadi Manhaj karena kebenarannya yang mutlaq (dua), karena Al-Quran bukan buatan manusia tentunya (tiga) dan sekuler itu bukan untuk orang Islam (empat). Ya..bukan untuk orang islam karena, munculnya sekuler ini adalah dari idenya orang Erofa yang kala itu sedang berada di masa kesuraman karena di steer agama, sedangkan agama tersebut dianggap tidak memuaskan akal namun mendominasi negara.

Maka seperti diatasapernah saya bilang,

“Segoblok-gobloknya orang goblok adalah
yang tidak mau belajar agama Islam,  agak goblok kalo tahu islam tapi tidak mengamalkannya, dan sedikit
goblok kalo mempelajari Islam baru sampe Alif, Ba’ Ta, Tsa kaya saya hahaha...”

Karena, kalo bangsa ini mau maju ya harus kembali kepada Islam, tidak harus menjadi Negara Islam, minimal kajian kepada Islam diperbanyak. Jangan cuma sebagai mata pelajaran tambahan yang muncul biasanya pada hari jumat. Islam itu mau belajar ekonomi, social, politik ada semua komplit kenapa kita harus berkiblat pada kurikulum non-syar’i yang katanya lebih keren itu.

Yang unik di kalimat…….. dan sedikit goblok kalo mempelajari Islam baru sampe Alif, Ba’ Ta, Tsa kaya saya hahaha...”  kenapa saya bilang demikian, karena Islam kadang hanya di pahami sebatas, hari selasa pasolatan (belajar bacaan shalat), malam jumat sholaawatan,  hari-hari biasa ngaji (itupun nggak ada terjemahn dan tafsirnya). Ilmu islam yang lainnya dikemanain tuh?.... (geleng-geleng kepala).
 Allahu a’lam..


Rhamdhan 1434 H- 00.14 nunggu saur bro…3 jam lagi… J











Tidak ada komentar:

Posting Komentar